Channel personal: Kumpulan jawaban terkait Coretax, dijawab oleh @rahmatullahbarkat & Rindang Kartika (Penyuluh Pajak).

⚠️ Bukan resmi dari Pusat DJP. Jawaban dapat berubah sesuai perubahan ketentuan & pengembangan sistem.

Diskusi 👉 @konsulgabjatim1
45. Data Faktur saya hilang, padahal sempat ada atau sudah berhasil import? Bagaimana solusinya?
#eFaktur

Klik icon refresh di bawah tombol "+ Buat Faktur"
Tunggu hingga proses loading berhasil. Pastikan jaringan lancar.


@FAQcoretax
Diskusi di Group Konsulgab Coretax Jatim1
44. Bagaimana cara membuat faktur pajak banyak sekaligus menggunakan Excel dan XML pada CORETAX
#eFaktur

- Metode impor data XML lebih efektif untuk membuat faktur pajak dalam jumlah banyak sekaligus.
- Coretax membutuhkan file impor berbentuk XML (berbeda dengan e-Faktur 4.0 yang menggunakan CSV).
- Cocok untuk Wajib Pajak yang terbiasa menggunakan Excel dan awam dalam programming.

---

### Langkah Singkat Penggunaan Converter Excel ke XML:

1️⃣ Unduh file Converter Excel ke XML di pajak.go.id/coretax atau [klik di sini]
2️⃣ Buka folder "TemplateExcel", lalu buka file "Sample Faktur PK Template v.1.3" menggunakan Microsoft Excel.
- File ini memiliki 4 sheet: Sheet Faktur, DetailFaktur, Ref, dan Keterangan.
3️⃣ Isi sheet Faktur dan DetailFaktur sesuai petunjuk pengisian.
4️⃣ Simpan file Excel dengan nama yang diinginkan (contoh: ImporFK.xlsx).
5️⃣ Buka folder Converter Efaktur, lalu jalankan file "Converter.Efaktur.Coretax.exe".
6️⃣ Pilih file Excel yang sudah disiapkan, pilih jenis XML "Faktur Pajak Keluaran", lalu klik "Simpan".
7️⃣ File hasil konversi (ImporFK.xml) akan tersimpan di folder yang sama dengan folder Converter Faktur Keluaran.
8️⃣ Masuk ke sistem Coretax DJP, buka modul e-Faktur, lalu pilih menu e-Faktur Pajak Keluaran dan pilih "Impor Data".
9️⃣ Pilih file XML yang sudah disiapkan, lalu tunggu hingga proses unggah selesai.
🔟 Centang draft faktur pajak keluaran, lalu klik "Upload Faktur".
1️⃣1️⃣ Tandatangani secara elektronik menggunakan Sertifikat Elektronik PSrE atau Kode Otorisasi DJP.
1️⃣2️⃣ Klik "Konfirmasi Tanda Tangan".

Catatan:
- Jangan membulatkan nilai di Excel secara manual untuk menghindari perbedaan nilai PPN/DPP, biarkan ada 2 digit di belakang titik.
- Pembatas desimal adalah titik. Ubah desimal dari koma ke titik di "Regional" setting PC/Laptop di Control Panel. Restart excel lalu export XML ulang

Unduh panduannya di
- Paparan [sini]
- Modul [sini]


@FAQcoretax
Diskusi di Group Konsulgab Coretax Jatim1
[ PART 2] Solusi Permasalahan Terkait Aplikasi e-Faktur di Coretax (Ringkasan Bimtek Internal 15012025)
Tanggal update terakhir: 17012025 15:00
#eFaktur

10. Pembulatan Nilai di File Excel Converter
📌 Penyebab: Beberapa WP membulatkan nilai langsung di Excel sebelum diunggah ke Coretax.
📋 Solusi:
- Biarkan pembulatan dilakukan oleh sistem Coretax.
- Jangan membulatkan nilai di Excel secara manual untuk menghindari perbedaan nilai PPN/DPP, biarkan ada 2 digit di belakang titik.
- Pembatas desimal adalah titik. Ubah desimal dari koma ke titik di regional setting PC/Laptop. Restart excel lalu export XML ulang


11. Retur Faktur Pajak Keluaran/Masukan Gagal di Coretax
📌 Penyebab:
- Koneksi internet tidak stabil.
- Sistem Coretax sedang lambat.
📋 Solusi:
1️⃣ Pastikan koneksi internet stabil.
2️⃣ Gunakan fitur filter:
- Buka modul pajak masukan, cari faktur berdasarkan masa dan tahun pajak.
3️⃣ Periksa status faktur:
- Pastikan faktur sudah dikreditkan atau tidak dikreditkan. Faktur tanpa status kredit (dikreditkan atau tidak dikreditkan) tidak bisa diretur.
4️⃣ Laporkan masalah:
- Jika masih gagal, hubungi KPP tempat terdaftar untuk dibuatkan tiket melati dan laporkan hasil error yang ada pada browser dengan cara Klik Kanan > Inspect > Network > Klik pada salah Satu ada daftar Name yang eror > Copy tab "Payload" dan tab "Response"


12. Kode Faktur untuk DPP Nilai Lain di PMK 131
📌 Penyebab: WP tidak menggunakan kode faktur yang benar untuk transaksi dengan DPP Nilai Lain.
📋 Solusi:
- Selengkapnya https://t.me/FAQcoretax/108
- Centang opsi DPP Nilai Lain dan input nilainya. PPN akan dihitung otomatis oleh sistem


13. Faktur 07 Kawasan Berikat Tidak Dapat Dibuat Karena Nomor AJU Tidak Ditemukan
📌 Penyebab: Data aju belum diterima oleh Coretax dari Bea Cukai.
📋 Solusi:
1️⃣ Laporkan melalui Tiket Melati:
- Sertakan: NPWP Penjual, Tanggal Aju, Nomor Aju.
2️⃣ Kirim ulang data di Portal Ceisa:
- Minta WP untuk melakukan "Kirim Ulang Pajak" di portal CEISA agar data diterima oleh Coretax.


14. Dokumen Pendukung untuk Faktur 07 Kawasan Bebas
📋 Solusi:
- DJP sedang memperbaiki masalah validasi dokumen pendukung untuk kawasan bebas. Pantau perkembangan dengan menghubungi KPP terdaftar atau pantau forum ini @diskusipajaksbyrungkut


15. Nomor Faktur Muncul Tapi Status Faktur Tidak Approve
📌 Penyebab: Sistem Coretax memberikan nomor faktur sebelum proses signing selesai.
📋 Solusi:
1️⃣ Periksa status faktur:
- Pastikan faktur sudah di-submit dan statusnya approve.
2️⃣ Periksa status signing:
- Faktur dengan status save invalid atau signing in progress tidak akan menghasilkan PDF.
- Pastikan proses signing selesai agar PDF faktur dapat diunduh.


16. Role Kuasa Drafter Faktur Dapat Mengakses Semua Jenis Bukti Potong
📌 Penyebab: Role Drafter memiliki akses ke draf SPT yang mencakup semua bukti potong.
📋 Solusi:
- DJP sedang memperbaiki terkait pembagian role access ini. Pantau perkembangan dengan menghubungi KPP terdaftar atau pantau forum ini @diskusipajaksbyrungkut


17. Pembuatan SPT Masa PPN Setelah Tanggal 1
📋 Solusi:
1️⃣ Draf SPT Masa PPN:
- Draf dibuat otomatis pada tanggal 1 setiap bulan dan diperbarui saat dibuka.
2️⃣ Faktur dan Bukti Potong:
- Semua faktur dan bukti potong sebelum submit SPT akan tercakup dalam SPT.
3️⃣ Pengawasan Faktur:
- Faktur yang dibuat setelah tanggal 1 tetap terpantau di dashboard pengawasan.
4️⃣ Penyampaian SPT Runut:
- SPT masa berikutnya tidak dapat disampaikan sebelum masa sebelumnya disampaikan. Selengkapnya https://t.me/FAQcoretax/114

---
18. Tombol PDF Faktur Tidak Muncul Setelah Upload XML
📌 Penyebab: Faktur belum di-submit atau belum approve.
📋 Solusi:
1️⃣ Pastikan status faktur:
- Faktur harus di-submit dan statusnya approve agar tombol PDF muncul.
2️⃣ Laporkan masalah:
- Jika PDF tidak muncul setelah approve, buat tiket di DJP Forum atau Melati.

Kembali ke daftar isi https://t.me/FAQcoretax/150

@FAQcoretax
Diskusi di Group Konsulgab Coretax Jatim1
[ PART 1] Solusi Permasalahan Terkait Aplikasi e-Faktur di Coretax (Ringkasan Bimtek Internal 15012025)
Tanggal update terakhir: 17012025 15:00
#eFaktur
#SolusiError

1️⃣ Gagal Upload Faktur: "Object Reference Not Set to an Instance of an Object"
📌 Penyebab: Data profil Wajib Pajak tidak lengkap atau ada ketidaksesuaian (contoh: alamat ID TKU penjual/pembeli).
📋 Solusi:
- Perbaiki data Wajib Pajak di Coretax hingga lengkap dan sesuai. Perbaikan bisa melalui menu "Edit" di Informasi Umum atau melalui permohonan perubahan data di menu Portal Saya.
- Jika tetap gagal, silakan laporkan ke KPP terdaftar untuk dilakukan tiket Melati:
- Jelaskan masalah "object reference not set to an instance of an object" saat upload faktur.
- Tambahkan kode unik atau karakter tertentu pada kolom referensi faktur (misalnya: "error 1 PT ABC", kemudian simpan faktur tersebut (tidak perlu di-upload)
- Informasikan kode/karakter tersebut pada petugas KPP untuk dibuatkan tiket Melati.

Tips dari KPP:
- Pilih kode barang/jasa 00000
- Pastikan isian bertanda bintang diisi lengkap


2️⃣ Status Signing "In Progress" Terus-Menerus
📌 Penyebab: Proses signing faktur gagal.
📋 Solusi:
- Reset passphrase dan pastikan tidak ada karakter terlarang (` / +).
- Jika gagal, passphrase memang tidak pernah terbit (gagal), sehingga ajukan permintaan Sertifikat Elektronik baru melalui Coretax.
- Pastikan data benar dan lakukan validasi wajah saat aktivasi.

Solusi dari KPP:
- Ulangi proses sign dengan klik tombol pensil > simpan > upload > isi passphrase > confirm sign berulang kali hingga approval berhasil


3️⃣ Tombol "Submit" Tidak Muncul Setelah Mengisi Faktur
📌 Penyebab: Akun tidak memiliki hak akses untuk submit faktur.
📋 Solusi:
- Login dengan akun orang pribadi (PIC atau Signer).
- Jika akun hanya drafter, minta admin menambahkan peran yang sesuai di menu Wakil/Kuasa saya setelah ditambahkan di Pihak Terkait (Pusat) atau di TKU (bagi Cabang).


4️⃣ Upload Faktur Format XML Gagal
📋 Solusi:
- Ubah format tanggal di Excel menjadi text sebelum dikonversi ke XML.
- Gunakan template dan converter dari situs pajak.go.id.
- Pastikan koneksi internet stabil, lengkapkan semua parameter (kolom) wajib, dan batasi desimal maksimal 2 digit.


5️⃣ Input Tanggal Mundur di e-Faktur

📋 Solusi:
- Input tanggal sesuai tanggal transaksi, perhatikan batas waktu upload hingga tanggal 15 bulan berikutnya.
- Gunakan aplikasi e-Faktur Desktop untuk masa pajak Desember 2024 ke bawah.


6️⃣ Penerbitan Faktur Pajak ke WP Cabang

📋 Solusi:
- Pilih ID TKU yang sesuai: secara default, NPWP dan alamat yang tercantum adalah NPWP pusat. Jika penyerahan dilakukan ke TKU tertentu, pilih ID TKU yang sesuai
- Wajib Pilih ID TKU untuk Kawasan Berikat: Untuk penyerahan ke kawasan berikat, wajib memilih ID TKU yang sesuai.


7️⃣ Penggunaan DPP Nilai Lain
📋 Solusi:
- Gunakan kode faktur sesuai urutan prioritas kode faktur. Contoh: Kode faktur untuk DPP Nilai Lain adalah 04, namun jika transaksi memenuhi kriteria untuk kode transaksi lain (misalnya 07, 08, 02, 03), gunakan kode transaksi tersebut.
- Misalnya, sesuaikan DPP untuk Transaksi Tertentu: Untuk transaksi ke pemungut (kode 02 atau 03), dan tetap gunakan kode transaksi 02/03 dan sesuaikan DPP sesuai PMK 131/PER-01/2022.


8️⃣ Penerbitan Faktur Pajak Bagi Luar Negeri atau Non Subjek
📋 Solusi:
- Pembeli Orang Pribadi: Pilih "Paspor" dan masukkan nomor paspor.
- Pembeli Badan: Pilih "Identitas Lain" dan masukkan nomor dokumen identitas badan.


9️⃣ Faktur Pajak Uang Muka dan Pelunasan di Coretax
📋 Solusi:
- Faktur uang muka dan pelunasan di Coretax saling terhubung otomatis. Caranya klik di sini
- Faktur uang muka dari e-Faktur Desktop tidak terhubung di Coretax, buat faktur pelunasan sebagai faktur biasa. Caranya klik di sini

Kembali ke daftar isi https://t.me/FAQcoretax/150

Dikompilasi Rahmatullah Barkat

@FAQcoretax
Diskusi di Group Konsulgab Coretax Jatim1
Daftar permasalahan dan solusi e-Faktur di Coretax
Tanggal update terakhir: 17012025 15:00
#SolusiError

[Part 1] Solusinya klik di sini, memuat:
1. Gagal Upload Faktur: "Object Reference Not Set to an Instance of an Object"
2. Status Signing Faktur "In Progress" Terus-Menerus
3. Tombol "Submit" Tidak Muncul Setelah Mengisi Faktur
4. Upload Faktur dalam Format XML Gagal
5. Input Tanggal Mundur di e-Faktur
6. Penerbitan Faktur Pajak ke WP Cabang
7. Penggunaan DPP Nilai Lain
8. Penerbitan Faktur Pajak Luar Negeri atau Non Subjek
9. Penerbitan Faktur Uang Muka dan Pelunasan di Coretax

[Part 2] Solusinya klik di sini, memuat:
10. Pembulatan Nilai di File Excel Converter
11. Retur Faktur Pajak Keluaran/Masukan Gagal di Coretax
12. Kode Faktur untuk DPP Nilai Lain di PMK 131
13. Faktur 07 Kawasan Berikat Tidak Dapat Dibuat Karena Nomor Aju Tidak Ditemukan
14. Dokumen Pendukung untuk Faktur 07 Kawasan Bebas
15. Nomor Faktur Muncul Tapi Status Faktur Tidak Approve
16. Role Kuasa Drafter Faktur Dapat Mengakses Semua Jenis Bukti Potong
17. Pembuatan SPT Masa PPN Setelah Tanggal 1
18. Tombol PDF Faktur Tidak Muncul Setelah Upload XML

Isinya akan diupdate berkala..

Dikompilasi Rahmatullah Barkat

@FAQcoretax
Diskusi di Group Konsulgab Coretax Jatim1
Subuh dini hari telah dilakukan downtime untuk perbaikan.

Mohon untuk mencoba clear cache dan cookies di browser nya, ctrl + shift + delete. Lalu akses coretaxdjp.pajak.go.id kembali.

Awal pasti loading lama. Silakan direfresh ulang sampai terbuka sempurna. Semoga dengan begini masalah efaktur berangsur membaik.
FAQ Coretax
42. Bagaimana cara pembuatan Faktur Pajak Uang Muka dan Pelunasan di Coretax? #eFaktur #UangMuka #Pelunasan Diupdate 01 Mei 2025 Sistem Coretax memperkenalkan konsep baru dalam pembuatan Faktur Pajak Uang Muka dan Pelunasan: ### 🧠 Konsep Dasar: 🔗 Koneksi…
43. Bagaimana cara membuat FP pelunasan di Coretax bila FP Uang Mukanya berasal dari sistem lama (eFaktur Desktop)?
#eFaktur
#Pelunasan

Pembuatan Faktur Pajak Pelunasan ketika Faktur Uang Muka dibuat di sistem lama (legacy) diperlakukan sebagai faktur pajak berdiri sendiri.

📌 Artinya: Faktur Pajak Pelunasan tersebut tidak terkoneksi dengan Faktur Uang Muka yang terbit di sistem lama.

---

### Ketentuan:
1️⃣ Koneksi uang muka dan pelunasan hanya berlaku di Coretax:
- Sistem Coretax memiliki fitur yang menghubungkan faktur uang muka dan pelunasan secara otomatis.
- Fitur ini hanya berlaku jika kedua faktur dibuat di Coretax.

2️⃣ Faktur pelunasan berdiri sendiri:
- Karena tidak ada koneksi dengan faktur uang muka di sistem lama, Faktur Pajak Pelunasan harus dibuat seolah-olah sebagai faktur transaksi biasa.

---

Cara Membuat Faktur Pelunasan di Coretax:
- Tidak perlu mencentang kolom "Pelunasan" pada form Faktur Pajak.
- Isi detail transaksi dengan menambahkan satu baris barang:
• Nama barang: "Faktur Pelunasan atas..."
• Harga satuan: Sesuai jumlah pelunasan yang dibayarkan.
• Kuantitas: 1
- Untuk memudahkan identifikasi, cantumkan nomor Faktur Uang Muka dari sistem lama di kolom referensi atau nama barang.

---

Intinya:
Faktur Pajak Pelunasan dibuat berdasarkan jumlah pembayaran yang dilakukan pada saat pelunasan, tanpa memperhitungkan nilai uang muka yang telah dibayarkan sebelumnya di sistem lama.


@FAQcoretax
Diskusi di Group Konsulgab Coretax Jatim1
#Pelunasan
Ilustrasi Perekaman FP Pelunasan dan Cetakan PDF
Update 1 Mei 2025

Tahapan Pembayaran Pelunasan 2 juta -> Terhitung otomatis di sistem di mana tertulis 2.24jt di baris pelunasan dan DPP Nilai Lain 1.8 juta.

Penjelasan: https://t.me/FAQcoretax/130
#UangMuka Kedua:
Ilustrasi Perekaman FP Uang Muka Kedua dan Cetakan PDF

Tahapan Pembayaran Kedua: 1 juta
Pada baris uang muka diisi 11/12 x 1 juta: 916 ratusan
- Pada baris uang muka isi 1 juta

Penjelasan: https://t.me/FAQcoretax/130
#UangMuka Pertama:
Ilustrasi Perekaman FP Uang Muka Pertama dan Cetakan PDF

Update 1 Mei 2025

Total harga jual transaksi: Rp5juta.
Terdiri dari:
- Barang ABC : Rp 2 juta
- Barang DEF : Rp 3 juta
Tahapan Pembayaran Pertama
- Pertama: 2 juta -> Pada baris uang muka diisi 11/12 x 2 juta: 1.8-an juta
- Pertama: 2 juta, maka isi uang muka 2 juta

Penjelasan https://t.me/FAQcoretax/130
42. Bagaimana cara pembuatan Faktur Pajak Uang Muka dan Pelunasan di Coretax?
#eFaktur
#UangMuka #Pelunasan

Diupdate 01 Mei 2025

Sistem Coretax memperkenalkan konsep baru dalam pembuatan Faktur Pajak Uang Muka dan Pelunasan:

### 🧠 Konsep Dasar:
Koneksi Faktur:
1. Faktur Uang Muka dan Pelunasan terkoneksi jika keduanya dibuat di Coretax.
2. Jika Faktur Uang Muka dibuat di sistem lama, Faktur Pelunasan diperlakukan sebagai faktur berdiri sendiri sebesar nilai pelunasan yang diterima. (tidak dicentang pelunasan)

Checkbox Uang Muka:
1. Digunakan untuk transaksi dengan pembayaran bertahap (termin) atau pembayaran sebelum penyerahan BKP/JKP.
2. Jika bukan transaksi bertahap, checkbox tidak perlu dicentang.

Checkbox Pelunasan:
Khusus untuk pembayaran terakhir dari sebuah pembayaran bertahap, sistem akan otomatis menampilkan nilai sisa pembayaran baik itu DPP, DPP nilai lain, maupun PPN.

---
### Tentang Faktur Pajak Uang Muka
1. Dibuat saat menerima pembayaran uang muka/termin sebelum penyerahan BKP/JKP atau atas transaksi tahapan pengerjaan.
2. Faktur Uang Muka pertama mencantumkan total nilai kontrak/order, yakni memuat seluruh detail transaksi barang/jasanya.
3. Centang checkbox "Uang Muka":
- Kolom Nomor Faktur tidak perlu diisi.
- Isi kode faktur, tanggal faktur, dan referensi sesuai transaksi.
4. Jika ada terdapat lebih dari 1 kali pembayaran uang muka/tahap/termin:
- Faktur kedua dst tetap centang tetap checkbox "Uang Muka".
- Harus selalu masukkan Nomor Faktur Uang Muka Pertama pada kolom Nomor Faktur.
- Data detil transaksi akan terisi otomatis (dari FP UM pertama sebagai patokan).
---
###Tentang Faktur Pajak Pelunasan
1. Dibuat saat pelunasan.
2. Centang checkbox "Pelunasan" dan input Nomor Faktur Uang Muka pertama.
- Sistem akan otomatis mendeteksi s.d. Faktur Uang Muka terakhir.
3. Secara otomatis, sistem mencantumkan seluruh detail dan perhitungan transaksi
4. PPN Pelunasan dihitung dari tarif 12% x sisa nilai DPP Nilai kontrak/Total Order setelah dikurangi total pembayaran UM dalam FP sebelum-sebelumnya.
---
### Penerapan Ketentuan PMK 131/2024: DPP Nilai Lain (11/12) pada Uang Muka dan Pelunasan
Pengisian DPP Nilai Pada Faktur Uang Muka (Pertama dan Selanjutnya):
1. Rekam seluruh detil transaksi di kontrak layaknya Faktur Pajak biasa.
2. Centang "DPP Nilai Lain" setiap penambahan transaksi detail barang/jasa.
3. Masukkan hasil kalkukasi nilai 11/12 x Harga Jual/DPP/Penggantian secara manual pada baris DPP Nilai Lain tiap transaksi. Kecuali untuk FP Uang Muka Kedua dan seterusnya, tidak perlu mengambah transaksi lagi karena udah terisi otomatis dari detail di FP UM pertama.
4. Pada isian "Uang Muka" di bawah daftar transaksi:
- Sebelumnya: isikan nilai uang muka yang diterima dikali 11/12
per tanggal 01 April 2025: isikan nilai uang muka yang diterima

Pengisian DPP Nilai Pada Faktur Pelunasan:
1. Tidak perlu menambah detil transaksi karena sudah terisi otomatis.
2. DPP dan PPN terisi otomatis sesuai perhitungan dari total DPP Nilai Lain kontrak/total order dikurangi pembayaran Uang Muka Nilai Lain yang telah diterbitkan sebelumnya.
3. Hasil akhir pada cetakan FP Pelunasan (terhitung otomatis):
- DPP = Total DPP Nilai Lain (pada FP UM-1) dikurangi "Uang Muka Nilai Lain" ke-1, ke-2 dst.
- PPN = DPP x 12% (akan senilai 11% x harga jual)
---
### 📋 Contoh Ilustrasi perekaman Faktur, Isian UM Nilai Lain, dan PPN pada cetakan FP:
Kasus: Total harga jual transaksi: Rp5juta.
Terdiri dari:
- Barang ABC : Rp 2 juta
- Barang DEF : Rp 3 juta
Tahapan Pembayaran 3 kali
- Pertama: 2 juta
- Kedua: 1 juta
- Pelunasan: 2 juta.
Demi kesederhanaan: asumsi transaksi ke bukan pemungut/tidak dibebaskan/bukan DPP Nilai Lain/Besaran tertentu diatur sendiri: FP 04

1️⃣ Uang Muka Pertama [klik]
2️⃣ Uang Muka Kedua [klik].
3️⃣ Pelunasan [klik].


@FAQcoretax
Diskusi di Group Konsulgab Coretax Jatim1
Back to Top