Channel personal: Kumpulan jawaban terkait Coretax, dijawab oleh @rahmatullahbarkat & Rindang Kartika (Penyuluh Pajak).
β οΈ Bukan resmi dari Pusat DJP. Jawaban dapat berubah sesuai perubahan ketentuan & pengembangan sistem.
Diskusi π @konsulgabjatim1
β οΈ Bukan resmi dari Pusat DJP. Jawaban dapat berubah sesuai perubahan ketentuan & pengembangan sistem.
Diskusi π @konsulgabjatim1
#Resume #SPTTahunanBadan
PENGISIAN REKONSILIASI LAPORAN KEUANGAN (LAMPIRAN L-1)
Pengisian Lampiran L-1 SPT Tahunan PPh Badan dilakukan secara self assessment, dengan tujuan:
π Menentukan laba neto fiskal
π Menghitung pajak terutang di Induk SPT
β οΈ TANTANGAN DI CORETAX
Format L-1 di Coretax adalah penyederhanaan dari laporan keuangan (12 sektor usaha). Dampaknya:
βοΈ 1 akun Coretax bisa mewakili beberapa COA di laporan komersial.
βοΈ Ada akun di lapkeu yang tidak tersedia persis namanya di Coretax.
π§ CONTOH KASUS:
Di SPT lama (1771): Ada Laba Setelah Pajak.
Di Coretax: Yang diinput hanya sampai laba sebelum pajak & tidak ada akun khusus Laba Tahun Berjalan di neraca.
β Apakah berarti tidak perlu dilaporkan?
Jawaban: Kembalikan ke PSAK dan kebutuhan perusahaan. Toh, pembukuan komersial tetap wajib ditandatangani dan diunggah sebagai lampiran SPT.
π PRINSIP PENGISIAN L-1 (VERSI SIMPEL)
Dokumen fisik Lapkeu diperlukan agar pemeriksa bisa menelusuri asal angka L-1.
Patokan gampangnya:
1οΈβ£ Laba Rugi: Laba SEBELUM pajak (komersial) β Harus SAMA dengan L/R SEBELUM PAJAK yang di Coretax (sebelum rekonsiliasi).
2οΈβ£ Neraca: Nilai Total Aset, Utang, dan Modal β Harus SAMA dengan laporan keuangan komersial.
π§© BINGUNG MENENTUKAN COA?
Gunakan 3 urutan/prinsip:
1οΈβ£ Pilih yang paling mendekati secara substansi sesuai PSAK.
2οΈβ£ Jika tidak ada β gunakan akun ββ¦Lainnyaβ (Palugada).
3οΈβ£ Harus konsisten antar periode.
π‘ CONTOH PRAKTIS:
π Laba Tahun Berjalan (setelah pajak) dimasukkan ke Laba Ditahan di Coretax (karena secara PSAK juga diakumulasi ke sana).
π Alternatif: ke Ekuitas Lainnya: Tidak dilarang.
βοΈ Yang penting: Konsisten & sesuai kebijakan/kebutuhan perusahaan.
π― KESIMPULAN
Coretax bukan mengganti laporan keuangan, tapi menyederhanakan input. Kunci utamanya:
1οΈβ£ Tetap berpegang pada PSAK
2οΈβ£ Gunakan logika substansi
3οΈβ£ Jaga konsistensi
π CATATAN:
- Format L-1 telah dibahas bersama dengan IAI
- Prinsip di atas berlaku bagi COA yang lain, intinya kembali penyederhanaan untuk tujuan L-1 Coretax: menghitung neto fiskal saja.
Sekian resume ini
π Rahmatullah Barkat
Penyuluh Pajak
--
t.me/FAQcoretax
PENGISIAN REKONSILIASI LAPORAN KEUANGAN (LAMPIRAN L-1)
Pengisian Lampiran L-1 SPT Tahunan PPh Badan dilakukan secara self assessment, dengan tujuan:
π Menentukan laba neto fiskal
π Menghitung pajak terutang di Induk SPT
β οΈ TANTANGAN DI CORETAX
Format L-1 di Coretax adalah penyederhanaan dari laporan keuangan (12 sektor usaha). Dampaknya:
βοΈ 1 akun Coretax bisa mewakili beberapa COA di laporan komersial.
βοΈ Ada akun di lapkeu yang tidak tersedia persis namanya di Coretax.
π§ CONTOH KASUS:
Di SPT lama (1771): Ada Laba Setelah Pajak.
Di Coretax: Yang diinput hanya sampai laba sebelum pajak & tidak ada akun khusus Laba Tahun Berjalan di neraca.
β Apakah berarti tidak perlu dilaporkan?
Jawaban: Kembalikan ke PSAK dan kebutuhan perusahaan. Toh, pembukuan komersial tetap wajib ditandatangani dan diunggah sebagai lampiran SPT.
π PRINSIP PENGISIAN L-1 (VERSI SIMPEL)
Dokumen fisik Lapkeu diperlukan agar pemeriksa bisa menelusuri asal angka L-1.
Patokan gampangnya:
1οΈβ£ Laba Rugi: Laba SEBELUM pajak (komersial) β Harus SAMA dengan L/R SEBELUM PAJAK yang di Coretax (sebelum rekonsiliasi).
2οΈβ£ Neraca: Nilai Total Aset, Utang, dan Modal β Harus SAMA dengan laporan keuangan komersial.
π§© BINGUNG MENENTUKAN COA?
Gunakan 3 urutan/prinsip:
1οΈβ£ Pilih yang paling mendekati secara substansi sesuai PSAK.
2οΈβ£ Jika tidak ada β gunakan akun ββ¦Lainnyaβ (Palugada).
3οΈβ£ Harus konsisten antar periode.
π‘ CONTOH PRAKTIS:
π Laba Tahun Berjalan (setelah pajak) dimasukkan ke Laba Ditahan di Coretax (karena secara PSAK juga diakumulasi ke sana).
π Alternatif: ke Ekuitas Lainnya: Tidak dilarang.
βοΈ Yang penting: Konsisten & sesuai kebijakan/kebutuhan perusahaan.
π― KESIMPULAN
Coretax bukan mengganti laporan keuangan, tapi menyederhanakan input. Kunci utamanya:
1οΈβ£ Tetap berpegang pada PSAK
2οΈβ£ Gunakan logika substansi
3οΈβ£ Jaga konsistensi
π CATATAN:
- Format L-1 telah dibahas bersama dengan IAI
- Prinsip di atas berlaku bagi COA yang lain, intinya kembali penyederhanaan untuk tujuan L-1 Coretax: menghitung neto fiskal saja.
Sekian resume ini
π Rahmatullah Barkat
Penyuluh Pajak
--
t.me/FAQcoretax