Daftar Paket PMK terkait Perlakuan Perpajakan Bullion dan Aset Kripto

Kripto
1. PMK 50 Tahun 2025 tentang PPN dan PPh atas Transaksi Perdagangan Aset Kripto

Kegiatan Usaha Emas Bulion LJK
2. PMK 51 Tahun 2025 tentang Pemungutan PPh Pasal 22 sehubungan dengan Pembayaran atas Penyerahan Barang dan Kegiatan di Bidang Impor atau Kegiatan Usaha di Bidang Lain

Penyesuaian Dampak PMK Kripto dan Emas Bulion
3. PMK 52 Tahun 2025 tentang Perubahan Kedua atas PMK Nomor 48 Tahun 2023 tentang PPh dan PPN atas Penjualan Emas Perhiasan, Emas Batangan dan Perhiasan serta Jasa
4. PMK 53 Tahun 2025 tentang Perubahan atas PMK 11 Tahun 2025 tentang Ketentuan Nilai Lain sebagai DPP dan Besaran Tertentu PPN
5. PMK 54 Tahun 2025 tentang Perubahan Ketiga atas PMK 81 Tahun 2024

Terdapat pengaturan baru dengan 2 PMK (50 untuk Kripto dan 51 untuk Emas Bulion) yang dampak penerbitannya diperlukan penyesuaian dari apa yang sudah diatur dalam PMK 48 "Emas" (menjadi PMK 52), PMK 11 "DPP Nilai Lain Besaran Tertentu" (menjadi PMK 53). dan PMK 81 "Sapujagat Coretax" (menjadi PMK 54).

Secara sederhana, PMK 50 dan 51 dianggap sebagai "PMK Bonggol" atau paket peraturan yang ingin diterbitkan, dan PMK 52, 53, dan 54 dianggap sebagai "PMK Pendukung" yang diterbitkan sebagai penyesuaian terbitnya PMK Bonggol tersebut.

Jadi... jika ingin tahu soal kripto? Baca aja satu PMK, yakni PMK 50. Begitupun dengan soal Emas Bulion, baca aja PMK 51.

Karena materi kripto yang semula ada di PMK 81 dan PMK 11, kini dihapus dan dipindahkan ke PMK 50, sehingga digantilah 2 PMK itu.

Begitupun dengan materi emas bulion, materi PPh 22 yang ada di PMK 81 dihapus dan dipindahkan ke PMK 51. Adapun PMK 48 diubah menjadi PMK 52 agar tidak tumpang tindih terkait pemungutan PPh 22 transaksi bulionnya.

Selain itu, mengapa PMK 54 ditulis sebagai perubahan ketiga dari PMK 81? karena PMK 11 (PMK Sapujagat/Omnibus DPP Nilai Lain dan Besaran Tertentu PPN) dipandang secara implisit sebagai Perubahan Kedua dari PMK 81 (PMK Sapujagat/Omnibus Coretax).

Terima kasih
- Rahmatullah Barkat
Penyuluh Pajak
 
 
Back to Top