113.b. Cara Baca Total Debit Tersisa dan Kredit Tersisa di Buku Besar
#Pembayaran

Definisi secara sederhana:
πŸŸ₯ Debit Tersisa: Sisa kewajiban pajak masih harus dibayar (outstanding)
🟩 Kredit Tersisa: Sisa hak pajak yang masih bisa digunakan.

Lalu apa itu Saldo?
πŸ‘› Saldo = πŸŸ₯ Debit Tersisa + 🟩 Kredit Tersisa

πŸ’š Saldo Positif (+): β†’ Menunjukkan WP masih punya kelebihan hak pajak sekalipun seluruh kewajiban outstanding sudah dilunasi.
❀️ Saldo Negatif (-): β†’ Menunjukkan WP masih punya tanggungan kewajiban pajak sekalipun seluruh hak tersisa sudah digunakan.
❀️ Saldo Seimbang (0): β†’ Menunjukkan kewajiban yang masih harus dibayar dan hak yang masih bisa digunakan jumlahnya sama

Catatan:
Saldo Negatif atau 0 (Seimbang) bukan berarti WP tidak lagi memiliki hak yang bisa digunakan, melainkan bisa jadi nilai πŸŸ₯ Debit Tersisa sama atau lebih besar dari nilai 🟩 Kredit Tersisa.

Dengan kata lain, pada kasus di atas tidak terjadi autodebet atas Deposit karena nilai Kredit Tersisa tetap 2.4 juta dan Debit Tersisa juga tetap 7.4 juta.

Deposit tetap utuh hingga digunakan melalui pemindahbukuan (Pbk) oleh WP untuk tujuan SPT atau Tagihan (STP/SKP)


🧠 Contoh Kasus (Lanjutan)

2. WP diterbitkan Surat Tagihan Pajak (STP) Rp7.4juta

Klik untuk kembali ke FAQ 113
β€”
t.me/FAQcoretax
πŸ’¬ Diskusi konsulgabjatim1
 
 
Back to Top